Widget HTML #1

Contoh Makalah Struktur Sel pada Tumbuhan

STRUKTUR SEL PADA TUMBUHAN


MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Sumber Gambar: Pixabay

Oleh:

NAMA PENYUSUN


NAMA LEMBAGA

2022

 -------------------------------------------------


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan makalah berjudul STRUKTUR SEL PADA TUMBUHAN. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia.

Kehidupan setiap tumbuhan harus ditinjau tidak hanya dari segi aktivitas sel-selnya saja, tetapi juga harus mengetahui struktur dan bagian-bagian penyusunya, karena itu merupakan dasar untuk mempelajari lebih luas tentang sel pada tumbuhan. Sel-sel pada tumbuhan umumnya lebih mudah diamati dan dipelajari dibandingkan dengan sel hewan. Makalah ini secara jelas akan membahas tentang struktur dan bagian-bagian penyusun sel beserta fungsinya.

Penulis menyadari bahwa selama penulisan makalah ini penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Ayah dan ibu yang selalu memberikan motivasi dan do’a berupa dukungan baik berupa materil maupun non materil.
  2. Bapak ............... selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia yang telah membantu penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini.
  3. Rekan-rekan seangkatan yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan penyusunan makalah ini.
  4. Semua pihak yang telah membantu yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

Semoga Allah Swt. memberikan balasan yang berlipat ganda.

Makalah ini bukanlah karya yang sempurna  karena masih memiliki banyak kekurangan, baik dalam hal isi maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh sebab itu, penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Akhirnya semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Amien…

..........................., ........................

Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Makalah

D. Kegunaan Makalah

E. Prosedur Makalah

BAB II PEMBAHASAN

A. KAJIAN TEORITIS

1. Pengertian Sel

2. Struktur Sel

B. PEMBAHASAN

1. Bagian-bagian Penyusun Sel Tumbuhan

2. Fungsi-fungsi Penyusun Sel Tumbuhan

3. Pertautan Sel pada Tumbuhan

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

B. SARAN

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pengertian bahwa sel merupakan struktur suatu kehidupan tumbuhan dan hewan, sekarang sudah diterima secara umum. Hal ini membuktikan adanya salah satu pendapat yang paling bermanfaat dan barhasil dalam mempelajari sel dalam tumbuhan.

Mempelajari struktur sel tumbuhan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan. Para mahasiswa dituntut untuk mampu mengembangkan kemampuannya tentang sel. Struktur sel tumbuhan merupakan salah satu konsep yang penting untuk dipelajari, karena selain kita akan mengetahui tentang sel tumbuhan lebih mendalam, kita bisa mengetahui tentang bagian-bagian penyusun sel tersebut. Sejalan dengan itu kita akan mengetahui tentang aktivitas-aktivitas dan hubungan-hubungan antar penyusun sel tumbuhan dan dapat mengembangkan pengetahuan yang dimiliki.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis merumuskan rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Apa yang dimaksud dengan sel ?
  2. Apa saja penyusun struktur sel pada tumbuhan ?
  3. Bagaimana struktur sel pada tumbuhan ?
  4. Bagaimana fungsi-fungsi antar penyusun sel dalam sel tumbuhan ?
  5. Bagaimana pertautan sel dalam tumbuhan ?

C. Tujuan Makalah

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :

  1. Pengertian sel
  2. Struktur sel tumbuhan
  3. Bentuk struktur sel pada tumbuhan
  4. Hubungan / aktivitas antar penyusun sel dalam tumbuhan
  5. Pertautan sel dalam tumbuhan

D. Kegunaan Makalah

Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis makalah ini berguna untuk menambah ilmu pengetahuan tentang struktur sel tumbuhan. Secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi penulis dan pembaca sebagai penambah pengetahuan tentang media informasi tentang konsep penelitian sel tumbuhan.

E. Prosedur Makalah

Makalah ini disusun dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Melalui metode ini penulis akan menguraikan permasalahan  yang dibahas secara jelas dan komprehensif. Data teoritis dalam makalah ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik studi pustaka, artinya penulis mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai sumber yang relevan dengan tema makalah. Data tersebut diolah dengan teknik analisis isi melalui kegiatan mengeksposisikan data serta mengaplikasikan data tersebut dalam konteks tema makalah.


BAB II PEMBAHASAN STRUKTUR SEL DALAM TUMBUHAN

A. Kajian Teoritis

1. Pengertian Sel

Sel adalah struktur satuan kehidupan tumbuhan dan hewan. Sel awal mulanya diteliti oleh para ahli filosofi Yunani, tetapi terungkapnya bidang biologi selular harus menunggu kemajuan-kamajuan dalam bidang ilmu-ilmu lain, suatu contoh yang nyata bahwa ilmu-ilmu saling bergantungan.

Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke yang menyebutkan bahwa ketika melihat irisan gabus kayu di bawah mikroskop sederhana hasil ciptaannya, terlihta irisan gabus kayu seperti kamar-kamar kecil kosong yang kemudian diberi nama ‘sel’ berasal dari kata cella (bahasa Yunani). Sel adalah unit dasar kehidupan, semua tumbuhan dan hewan terdiri dari sel berbentuk gembungan yang sangat kecil.

Nehemrah Grew melanjutkan pengamat Robert Hooke dengan mengamati sifat tumbuhan secara terperinci tentang sel-sel pada batang tanaman. Sel memiliki sifat-sifat yang membedakan benda hidup dan benda mati, sel mengasimilasikan bahan makanan dan mengubahnya ke dalam bahan selular, sel berespirasi, sel bereaksi  terhadap rangsangan, sel juga dapat bereproduksi dalam arti sel dapat berbagi dan berlipat ganda. Sel itu hidup, setidak-tidaknya ketika masih muda, dan merupakan satuan fungsional di dalam tubuh organisme.

2. Struktur Sel dalam Tumbuhan

Setiap sel mengandung bahan semi cair yang susunan kimiawi dan struktur bagian dalamnya teramat rumit. Bahan semi cair itu dinamakan protoplasma yang merupakan bahan hidup sel. Secara kolektif, seluruh kandungan setiap sel tertentu dinamakan protoplas. Pada sel tumbuhan ada dinding sel, membran sel, nukleus (inti sel) dan sitoplasma.

Protoplasma pada sel umumnya terdiri dari nukleus (inti) dan sitoplasma. Nukleus mengandung satu atau beberapa nukleus dan bahan-bahan khusus yang menentukan pewarisan sifat serta mengatur perkembangan dan metabolisme sel.

Pada sel-sel muda yang baru tumbuh protoplasma sebagian besar mengisi ruangan di dalam dinding sel. Bilamana sel-sel itu membesar dan menjadi dewasa protoplasma membentuk lapisan tepat di dinding sel dan bagian tersebut diisi oleh vakuola. Vakuola berisi cairan sel yang encer dan tidak hidup, suatu fluida (zat cair) yang mengandung bahan-bahan terlarut. Di bagian luar vakuola dibatasi oleh membran vakuola.

Pada sel terdapat organel-organel sitoplasma yang terdapat plastid yang menyolok dan mitokondria  yang jauh lebih kecil. Mitokondria umumnya terdapat dalam sitoplasma semua sel baik sel hewan maupun tumbuhan.

B. Pembahasan

1. Bagian-bagian Penyusun Sel Tumbuhan

a. Dinding Sel

Dinding sel pada tumbuhan merupakan struktur sel yang paling menyolok bila dilihat di bawah mikroskop. Dinding sel merupakan pembeda pokok antara sel tumbuhan dan sel hewan, dinding sel tidak ditemui pada sel hewan. Dinding sel relatif kaku, tidak berubah bentuknya, dan akibatnya tubuh tumbuh-tumbuhan dewasa tetap konstan baik bentuk maupun posisinya. Jaringan tumbuhan yang berdinding sel tipis dan lunak seperti pada buah-buahan, daun-daunan, batang maupun akar yang berdaging, umumnya dimakan oleh hewan, maupun oleh manusia. Jaringan yang berdinding sel kuat, tebal atau keras dapat digunakan sebagai tekstil, kayu, maupun hasil-hasil tumbuhan lainnya yang dapat tahan lama.

b. Membran Sel (Plasmallema)

Membran sel / plasmallema merupakan selaput terluar sel yang sangat tipis sekali dengan mikroskop cahaya sangat sulit diamati, tebal kurang lebih 7,5 µm. Membran sel tersusun oleh gabungan antara molekul lemak dan protein.

Membran sel terdiri dari tiga lapis, lapisan sebelah luar terdiri dari molekul protein, sedangkan bagian dalam disusun oleh lemak bimokuler.

c. Plasma Sel (Sitoplasma)

Plasma sel / sitoplasma yaitu cairan yang mengisi sel dimana di dalamnya terdapat organel-organel sel termasuk nukleus. Sitoplasma terdiri dari bahan dasar yang tampaknya tidak berdiferensiasi, bersama dengan bahan dasar khusus secara keseluruhan. Sitoplasma adalah benda-benda hidup di dalam sel yang terletak di sebelah dalam membran sel.

Sitoplasma kebanyakan sel, pada beberapa saat selama kehidupannya memperlihatkan aliran protoplasma. Di bawah mikroskop sitoplasma tampak mengalir di dalam sel dengan gerakan yang terus menerus. Gerakan ini dapat melibatkan aliran setempat saja atau dapat berupa sirkulasi umum.

d. Inti Sel (nukleus)

Inti sel / nukleus terdapat dalam sel dengan sitoplasma dibatasi oleh selaput inti dan biasanya berwarna lebih gelap karena banyak menyerap zat warna. Di dalamnya terendam kromatin yang berupa benang-benang halus yang mengandung bahan genetika.

Nukleus mengandung satu atau beberapa nukleolus dan mengandung bahan-bahan khusus yang menentukan pewarisan sifat serta mengatur perkembangan dan metabolisme.

Komponen selaput inti terdiri atas dua lapis unit membran, ruang antar membrannya disebut perinucleus, yang berperan untuk saluran transfor zat pada inti terdapat nukleoplasma yang disebut karioplasma, cairan ini lebih kental dari sitoplasma, di dalamnya terdapat kromatin, nukleolus, protein, enzim, ion dan metabolit. Nukleolus merupakan butir inti dari inti, karena itu dikenal pula dengan anak inti (nukleolus), jamak nucleoli. Bentuknya bundar, gelap dan tak bermembran.

e. Organel

Organel atau disebut mikro organ sel, di bawah mikroskop cahaya sedikit sekali yang nampak hanya inti, plastid, mitokondria, badan golgi dan sentiol. Jumlah dan macam organel bervariasi dengan tipe selnya.

Dalam organel diantaranya terdapat plastid, mitokondria dan badan golgi. Plastid merupakan organel yang hanya terdapat pada tumbuhan jumlahnya banyak dalam tiap sel. Plastid ada tiga macam yaitu :

  • Leukoplast
  • Kromoplast
  • Kloroplast

Mitokondria merupakan organel yang berbentuk lonjong dengan panjang 4 µm dan lebar 0,3 – 1 µm. Organel ini diselaputi 2 membran dengan ruang antar membran. Membran dalam mempunyai pelipatan ke dalam rongga matriks. Pelipatan ke dalam ini disebut krista.

Badan golgi pada organel terletak sekitar inti berwarna kuning gelap. Badan golgi terdiri dari 3 komponen yaitu :

  • Sisterna
  • Vesikula
  • Vakuola

2. Fungsi-fungsi Penyusun Sel Tumbuhan

a. Fungsi Plasmallema (membran sel)

Plasmallema mempunyai fungsi sebagai tempat transportasi zat yang harus dimasukkan dan dikeluarkan dari sel. Zat yang dimasukkan antara lain air, ion, metabolit, zat regulator dan lain sebagainya sedangkan zat yang harus dikeluarkan adalah ampas metabolisme terutama berupa gas CO2, NH3 dll. Transport zat ini melewati dua daerah yaitu intra sel dan ekstrasel.

b. Fungsi Sitoplasma

Dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu diantaranya: 

1. Retikulum Endoplasma

Fungsinya :

  • Untuk sintesa protein
  • Sintesa glikogen atau polisakarida
  • Glikolisasi protein tertentu yang sudah disintesa

2. Ribosom

Fungsinya :

  • Penggabungan dan pemisahan sub unit ribosom pada permulaan proses sintesa protein, ke dua sub unit ribosom bersatu membentuk kesatuan dan setelah selesai berpindah kembali.
  • Tempat pengikatan nRNA pada sub unit 3OS.
  • Tempat pembentukan rantai polipeptida  pada sub unit 5OS.

3. Lisosom

Fungsinya :

  • Sekresi
  • Transpor aktif
  • Absorpsi
  • Reabsorpsi
  • Pembersih
  • Pertahanan
  • Menawarkan zat
  • Pembuahan

4. Mitokondria berfungsi untuk menghasilkan energi ATP berupa pernapasan aerobis.

5. Plastida ada 3 macam yaitu :

  • Leukoplast berfungsi untuk mensintesa dan mencadangkan amilum, dapat tumbuh menjadi kromoplast dan kloroplast.
  • Kromoplas merupakan plastida yang mengandung zat warna atau pigmen tertentu (xantofil, karoten dan likopen).
  • Kloroplast, fungsinya untuk fotosintesis.

6. Inti

Fungsi inti :

  • Mengontrol dan menghasilkan zat yang perlu untuk metabolisme.
  • Berisi bahan genetis atau hereditas yang diwariskan pada keturunannya.
  • Informasi genetik
  • Berperan dalam sintesa protein

3. Pertautan Sel pada Tumbuhan

Pertautan sel pada tumbuhan melalui dinding sel, pada sel tumbuhan dinding sel merupakan ciri khas sel tumbuhan, ketika sel tumbuhan masih muda maka batas antara sel yang satu dengan sel yang lain dikenal dengan nama dinding primer. Dinding primer ini selanjutnya mengalami penebalan seiring dengan pertumbuhan sel, namun tidak semua dinding sel mengalami penebalan total. Pada bagian-bagian tertentu tidak penebalan dan tetap mempertahankan dinding primer ini agar tetap dapat berhubungan, bagian yang tidak menebal pada dinding ini dikenal  dengan nama noktah atau pit.

Beberapa dinding sel ada yang terus mengalami penebalan, sampai penebalan tersier sehingga celah pada dinding sel yang tidak mengalami penebalan, celahnya semakin panjang dan membentuk semacam saluran-saluran kecil yang tetap menghubungkan antara lumen sel tumbuhan saluran tersebut dinamai plasmodesma.


BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Sel adalah struktur satuan kehidupan pada tumbuhan. Sel merupakan dasar kehidupan pada tumbuhan. Struktur sel pada tumbuhan dibentuk atas membran sel, plasma sel, inti sel dan organel-organel. Semua bagian pembentuk itu memiliki fungsinya masing-masing yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan. Ada yang berfungsi proses fotosintesis, sebagai transportasi zat pada tumbuhan, untuk metabolisme / katabolisme.

Pertautan sel pada tumbuhan terdapat pada dinding sel, pada hal ini tumbuhan tidak semuanya mengalami pertautan. Pertautan sel pada tumbuhan yaitu penebalan dinding sel seiring dengan pertumbuhan sel.

B. Saran

Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis merumuskan saran sebagai berikut :

  1. Untuk menguasai pemahaman tentang struktur sel pada tumbuhan kita harus mengetahui bagian-bagian sel tersebut beserta fungsi-fungsinya karena akan saling berhubungan satu sama lain.
  2. Untuk lebih memantapkan pemahaman tentang struktur sel tumbuhan selain menguasai teori juga harus mengenal lebih dalam tentang struktur-struktur sel dengan pembelajaran praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

Djamhur, W, 1988, Biologi Sel, Jakarta : Depdikbud UT.

Trorpe, Neal D, 1984, Cell Biology, London : John Wiley & Sons.

Yatim, Wildan, 1992, Biologi Modern, Bandung : Tarsito

Posting Komentar untuk "Contoh Makalah Struktur Sel pada Tumbuhan"